Monster Kepala Seribu, Laura Santullo

Baru pada bab kedualah saya sadar bahwa novel Uruguay ini dikisahkan melalui banyak narator, mengingatkan saya akan novel-novel Faulkner dan Bolaño. Bedanya, jika Faulkner menggunakan arus kesadaran (yah, bayangkan kamu menancapkan earphone ke dalam otak manusia dan mendengarkan isi kepalanya), tokoh-tokoh dalam Monster Kepala Seribu menceritakan kisahnya kepada seseorang atau beberapa orang, entah kepada penyidik kepolisian atau di depan pengadilan. Bab “Dia” berisi penuturan Sonia Bonet, sedangkan bab “Orang-orang Lainnya” berisi penuturan tokoh-tokoh yang terlibat di dalam cerita, tanpa ada penjelasan terang siapakah yang sedang berbicara; kedua jenis bab ini berkelindan hingga ditutup oleh bab “Si Anak Lelaki” yang disuarakan Dario Bonet.

Meski begitu, sejak halaman pertama saya sadar bahwa ini novel kafkaesque: kita bertemu dengan keluarga Bonet yang depresi karena tersesat di dalam rimba birokrasi. Sonia dan putranya, Dario, mendatangi kantor perusahaan asuransi Alta Salud pada suatu pagi dan lagi-lagi ia kesulitan menemui dokter koordinator yang menangani kasus suaminya. Perempuan yang berada di meja resepsionis berkata bahwa sang dokter sudah pulang. Sonia marah dan mulai mengancam—bagaimanapun, suaminya sedang sekarat dilahap kanker di rumah dan mereka tak memiliki pegangan apa-apa lagi selain klaim asuransi tersebut. Ternyata, sang dokter masih ada di sana, dan Sonia melihatnya. Dari titik inilah ia mulai kehilangan kontrol diri. Ia mengancam si dokter dan akhirnya si dokter menyuruhnya untuk mendatangi direksi perusahaan yang lebih berwenang. Ia mendatangi dua orang direksi perusahaan di sebuah tempat sauna dan mengeluarkan revolver yang seharian itu ia sembunyikan. Ia menembakkan revolver itu, menculik salah satu direksi, mendatangi orang-orang yang mesti didatangi untuk melengkapi dokumennya, sambil terus dikejar-kejar polisi. Secara perlahan dan dalam keadaan penuh tekanan, Sonia pun mengerti motif di balik sulitnya menembus labirin birokrasi Alta Salud: bahwa perusahaan menugaskan karyawannya untuk mencari celah guna menolak perawatan-perawatan yang berbiaya mahal, dan karyawan yang berhasil menolak banyak klaim akan mendapat imbalan berupa kenaikan gaji, promosi jabatan, maupun paket liburan. Petualangan Sonia berakhir pada dini hari di sebuah rumah milik pemegang saham Alta Salud, terkepung polisi, dengan punggung yang tertembus peluru dan kabar bahwa suaminya sudah meninggal.

Di dalam novel, berkali-kali ditegaskan bahwa Sonia melakukan aksinya tanpa ada rencana. Tidak pernah ada rencana. Bahkan Dario menutup novel dengan melontarkan pengakuan bernada olok-olok: “Saya rasa kami bukan penjahat, karena jika memang iya, pastilah kami dua penjahat paling menyedihkan dan paling tolol sepanjang sejarah.” Nyaris semua tokoh memandang Sonia sebagai perempuan baik-baik—kecuali direksi yang pahanya ia tembak. Semua yang ia lakukan adalah akibat dari perlakuan Alta Salud, yang karenanya Sonia mesti menelan kekecewaan berkali-kali hanya untuk mengajukan klaim—entah sebab dokumen yang dibawanya kurang atau salah, entah yang hendak ditemuinya tak ada di tempat, ia bahkan dituduh mengada-ngada tentang penyakit suaminya. Ia tidak pernah mendapatkan apa yang pernah mereka janjikan kepadanya, dan hal itu membuat emosinya meledak melewati batas. Dalam pandangannya, Alta Salud merupakan monster berkepala seribu yang memusnahkan orang-orang dan melahap harta benda mereka tanpa rasa belas kasihan. Betapa monster itu mampu menunjukkan sisi beringas seseorang yang bahkan tak pernah dibayangkan akan terlibat dalam suatu adegan pembunuhan seekor semut. Membaca novel ini, kita akan tersadar bahwa Alta Salud adalah gambaran sebuah institusi secara umum dan birokrasi rumit di baliknya—khas negara kita—di mana setiap usaha untuk menembusnya selalu diperumit, di mana setiap orang yang hendak menaklukannya justru diping-pong ke sana-kemari hingga nyaris gila; sebuah institusi yang hanya berisi orang-orang rakus dan egois dan tidak pernah peduli terhadap orang lain.
 

Catatan: Monster Kepala Seribu diterjemahkan dari bahasa Spanyol oleh Ratna Dyah Wulandari, berjudul asli Un monstruo de mil cabezas, diterbitkan oleh Marjin Kiri.

Advertisements